• KLASIFIKASI TANAHDirektori File UPI

    Highway and Transportation Officials) •Mengetahui (secara relatif) kualitas tanah yang akan digunakan untuk timbunan sub grade sub base dan base •Data yang digunakan –Analisa saringan –Atterberg limits •Tanah digolongkan menjadi 7 golongan utama (A1 Subgrade and Granular Type Roads of the Highway Research Board. sejak tahun 1945. (Hardiyatmo 2010) Sistem klasifikasi AASHTO membagi tanah ke dalam 8 kelompok yaitu A-1 sampai A-8 termasuk sub-subkelompok. Tanah-tanah dalam tiap kelompoknya di evluasi terhadap indeks kelompoknya yang dihitung dengan rumus-rumus empiris.

    Chat Online
  • BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Tanah

    Subgrade and Granular Type Roads of the Highway Research Board. sejak tahun 1945. (Hardiyatmo 2010) Sistem klasifikasi AASHTO membagi tanah ke dalam 8 kelompok yaitu A-1 sampai A-8 termasuk sub-subkelompok. Tanah-tanah dalam tiap kelompoknya di evluasi terhadap indeks kelompoknya yang dihitung dengan rumus-rumus empiris. Highway and Transportation Officials) •Mengetahui (secara relatif) kualitas tanah yang akan digunakan untuk timbunan sub grade sub base dan base •Data yang digunakan –Analisa saringan –Atterberg limits •Tanah digolongkan menjadi 7 golongan utama (A1

    Chat Online
  • CAPAIAN PEMBELAJARAN MATA KULIAH Perencanaan Jalan Rel

    subgrade. jalan rel (S2 P2 KU2 KK1 KK2 )) 7. Mahasiswa mampu memahami perencanaan geometri k jalan rel dan merancang alinyemen horizontal dan verti kal jalan rel (S2 P2 KU2 KK1 KK2). Garis Entry Behavior C2 C3 C4 C5 Mahasiswa mampu . perencanaan dan penyelidikan lapangan struktur . subgrade. jalan rel (pekan ke 11-12) Highway and Transportation Officials) •Mengetahui (secara relatif) kualitas tanah yang akan digunakan untuk timbunan sub grade sub base dan base •Data yang digunakan –Analisa saringan –Atterberg limits •Tanah digolongkan menjadi 7 golongan utama (A1

    Chat Online
  • MODUL RDE12 BAHAN PERKERASAN JALAN

    RDE12 BAHAN PERKERASAN JALAN 2005 . Klasifikasi tanah Agregat Bitumen Mengikuti penjelasan uraian Structure Engineering Highway Engineering Traffic Engi-neering dan sebagainya. Bahkan sudah lama berkembang Chemical Engineering tetapi Bahan subgrade akan berpengaruh terhadap daya dukung tanah dasar tersebut. Klasifikasi tanah berupa sifat butiran plastisitas tanah sifat teknis tanah serta nilai CBR tanah. Kesemua hal itu berhubungan dengan kepadatan tanah semakin padat tanah dasar maka akan semakin tinggi daya dukungnya. Highway and Transportation Officials)

    Chat Online
  • Analisis Tebal Perkerasan Lentur Menggunakan Metode

    Highway and Transportation Officials (AASHTO). adalah perkerasan yang menggunakan aspal sebagai bahan pengikat dan lapisan-lapisan (subgrade) berfungsi menyebarkan beban roda ke tanah dasar. Lapisan ini harus cukup kuat mempunyai CBR > 20 dalam penyiapan tanah dasar (subgrade) adalah lebar kerataan kemiringan melintang keseragaman daya dukung dan keseragaman kepadatan. 2. Lapis Pondasi (Subbase) Lapis pondasi ini terletak di antara tanah dasar dan pelat beton semen mutu tinggi. Sebagai bahan subbase dapat digunakan unbound granular (sirtu) atau

    Chat Online
  • PENELITIAN KEKUATAN TANAH METODE CBR (CALIFORNIA

    asli sebagai bahan dasar (subgrade). Cara mengetahui daya dukung tanah dasar jalan adalah dengan uji CBR (California Bearing Ratio ). Nilai CBR digunakan sebagai dasar perencanaan perkerasan timbunan jalan selanjutnya tergantung dari kelas jalan yang dikehendaki. Semakin tinggi nilai CBR menunjukan kondisi tanah dasar semakin baik. Perbaikan Daya Dukung Tanah Dasar Lempung Yang Di Stabilisasi Dengan Additive Kapur Dan Matos Terhadap Kualitas Lama Waktu Pemeraman Rizki Prinanda Umar1) Iswan2) Ahmad Zakaria3) Abstract The subgrade is the base surface for placement of other pavement parts.

    Chat Online
  • (PDF) KLASIFIKASI TANAH BERDASARKAN SISTEM AASHTO

    Terakhir memberi nama pada sampel yang diukur lalu menentukan general subgrade rating pada sample tersebut. ini tidak ada klasifikasi lanjutan dengan kata lain hanya ada satu grup yaitu A-3 dengan persentase kelolosan sieve analysis 200 mesh maksimal 10 dan 40 mesh minimal 51 .3. Bahan subgrade akan berpengaruh terhadap daya dukung tanah dasar tersebut. Klasifikasi tanah berupa sifat butiran plastisitas tanah sifat teknis tanah serta nilai CBR tanah. Kesemua hal itu berhubungan dengan kepadatan tanah semakin padat tanah dasar maka akan semakin tinggi daya dukungnya. Highway and Transportation Officials)

    Chat Online
  • BAB II DASAR TEORIPoliteknik Negeri Bandung

    Meidy Pratama/ / Perbaikan dan Peningkatan Lapisan Subgrade Pada Jalan II1 BAB II DASAR TEORI Klasifikasi Umum Bahan-Bahan berbutir (35 atau kurang lolos No.200) Bahan-Bahan Lanau-Lempung (Lebih dari 35 lolos No. 200) A -1 A -2. D4 TEKNIK SIPIL POLITEKNIK NEGERI BANDUNG Sistem Klasifikasi Unified b. Sumber USCS dalam Hardiyatmo H C 2001. Sistem Klasifikasi AASHTO Sistem ini dibuat oleh American Association of state Highway and Transportation Officials terutama dikembangkan untuk menganalisa material subgrade dalam pembangunan jalan raya. Sistem klasifikasi AASHTO yang dipakai saat

    Chat Online
  • 2 BAB II 3 TINJAUAN PUSTAKADiponegoro University

    bahan tanah dasar Baik sekali sampai baik Klasifikasi umum Tanah lanaulempung (Lebih dari 35 dari seluruh contoh tanah lolos ayakan No.200) Klasifikasi kelompok A-4 A-5 A-6 A-7 A-7-5∗ A-7-6 Analisa saringan ( lolos) 0 No.40 No.200 Min 36 Min 36 Min 36 Min 36 Sifat fraksi yang lolos No.4 Prilaku Subgrade Akibat Potensi Pengembangan Pada Studi Kasus Tebal to weather factors and overloading can also occur due to poor subgrade. A good alternative so that the soil on the highway subgrade does not experience excessive swelling is to use cement additives. tanah termasuk klasifikasi tanah A-6 atau jenis tanah kategori buruk.

    Chat Online
  • AASHTO Soil Classification SystemWikipedia

    The AASHTO Soil Classification System was developed by the American Association of State Highway and Transportation Officials and is used as a guide for the classification of soils and soil-aggregate mixtures for highway construction purposes. The classification system was first developed by Hogentogler and Terzaghi in 1929 but has been revised several times since. Subgrade and Granular Type Roads of the Highway Research Board. sejak tahun 1945. (Hardiyatmo 2010) Sistem klasifikasi AASHTO membagi tanah ke dalam 8 kelompok yaitu A-1 sampai A-8 termasuk sub-subkelompok. Tanah-tanah dalam tiap kelompoknya di evluasi terhadap indeks kelompoknya yang dihitung dengan rumus-rumus empiris.

    Chat Online
  • PERBAIKAN SUBGRADE TANAH TANON DENGAN FLY ASH

    karena subgrade jalan tersebut berupa tanah lempung. Melihat permasalahan tersebut maka perlu adanya perbaikan subgrade untuk memperkuat tanah dasar dengan cara stabilisasi menggunakan fly ash (persentase 0 2 5 5 10 ) dan kapur (persentase Highway and Transportation Officials (AASHTO) tanah asli termasuk dalam klasifikasi kelompok A-7-5 yaitu tanah lanau-lempung yang buruk. Sifat teknis tanah dasar (subgrade) di STA 6 200 mempunyai kadar air w = 50 8 . Resume hasil uji secara lengkap dapat dilihat pada Tabel 1. Tabel 1 Hasil Uji Sifat fisis dan klasifikasi tanah

    Chat Online
  • CAPAIAN PEMBELAJARAN MATA KULIAH Perencanaan Jalan Rel

    dan Sub-Structures Klasifikasi menurut PD.0 Tahun 1986 Bebandan Gaya pada rel Pola Distribusi Gaya Konsep BoEF pada Perhitungan Pembebanan Struktur Jalan Rel. 3. Komponen Rel dan Penambatnya Pengertian Umum Rel Komposisi Bahan Rel Bentuk dan Dimensi Rel di Indonesia Umur Rel Stabilitas Rel - Kekuatan subgrade / kombinasi subbase-subgrade. Tabel 6-11 Design of concrete Airport Pavement. Bahan subgrade Harga K. MN/m3 PCISangat jelek < 40 < 150Lumayanbaik 5568 200250Sangat baik 82 300. Kekuatan subgrade untuk rencana perkerasan rigid di-

    Chat Online
  • STABILISASI TANAH LEMPUNG MENGGUNAKAN SEMEN DAN

    mekanik tanah sehingga dapat digunakan sebagai bahan stabilisasi tanah untuk subgrade jalan raya. Kata kunci stabilisasi tanah semen renolith subgrade tanah lempung ABSTRACT Soil at Islamic University "45" Bekasi is a type of clay soil that has a low CBR value so that the land is not structurally feasible for development. 2.2.1 Sistem Klasifikasi AASHTO Sistem klasifikasi AASHTO yang diperlihatkan dalam tabel 2.2 dikembangkan pada tahun 1929 sebagai Public Road Administration Classification System. Sistem ini telah mengalami beberapa kali revisi. Versi yang saat ini berlaku adalah yang diajukan oleh Committee on Classification of Materials for Subgrade and Granular

    Chat Online
  • AASHTO Soil Classification SystemWikipedia

    The AASHTO Soil Classification System was developed by the American Association of State Highway and Transportation Officials and is used as a guide for the classification of soils and soil-aggregate mixtures for highway construction purposes. The classification system was first developed by Hogentogler and Terzaghi in 1929 but has been revised several times since. b. Sistem Klasifikasi AASHTO Sistem klasifikasi AASHTO (American Association of State Highway and Transportation Officials Classification) berguna untuk menentukan kualitas tanah dalam perencanaan timbunan jalan subbase dan subgrade berdasarkan butiran tanah. Sistem klasifikasi AASHTO membagi tanah ke dalam 8 kelompok A-1

    Chat Online
  • TINJAUAN KUAT DUKUNG SUBGRADE JALAN

    TINJAUAN KUAT DUKUNG SUBGRADE JALAN RAYA TANON SRAGEN YANG DISTABILISASI DENGAN ABU SEKAM PADI Tugas Akhir untuk memenuhi sebagian persyaratan mencapai derajat Sarjana S-1 Teknik Sipil bahan pengganti geotextile dan geogrid untuk meningkatkan daya dukung tanah gambut yang digunakan sebagai subgrade jalan. METODOLOGI Penelitian dilakukan di laboratorium dengan sampel tanah gambut berasal dari Palem Raya Indralaya. Pada penelitian ini

    Chat Online
  • JCEBT JCEBT

    b. Sistem Klasifikasi AASHTO Sistem klasifikasi AASHTO (American Association of State Highway and Transportation Officials Classification) berguna untuk menentukan kualitas tanah dalam perencanaan timbunan jalan subbase dan subgrade berdasarkan butiran tanah. Sistem klasifikasi AASHTO membagi tanah ke dalam 8 kelompok A-1 Prilaku Subgrade Akibat Potensi Pengembangan Pada Studi Kasus Tebal to weather factors and overloading can also occur due to poor subgrade. A good alternative so that the soil on the highway subgrade does not experience excessive swelling is to use cement additives. tanah termasuk klasifikasi tanah A-6 atau jenis tanah kategori buruk.

    Chat Online
  • Klasifikasi tanah AASHTO DAN UNIFIEDSlideShare

    Nov 21 2017 · Klasifikasi tanah AASHTO DAN UNIFIED 1. KLASIFIKASI TANAH OLEH MUHAMAD ULUL AZMI () 2. KLASIFIKASI TANAH TEKSTUR KERIKIL (GRAVEL) PASIR (SAND) LANAU (SILT) LEMPUNG (CLAY) PEMAKAIA N ASSTHO (Deepartement Jalan Subgrade lapisan perkerasan jalan dan (3) Mendapatkan nilai campuran bahan stabilisasi yang optimum yang dapat memberikan perubahan terbesar terhadap perbaikan Subgrade yang dilakukan. II. Studi Pustaka II.1 Subgrade Menurut Harianto (2003) Subgrade (Lapisan tanah

    Chat Online
  • BAB II Bab 2 STUDI PUSTAKA

    Bahan subgrade akan berpengaruh terhadap daya dukung tanah dasar tersebut. Klasifikasi tanah berupa sifat butiran plastisitas tanah sifat teknis tanah serta nilai CBR tanah. Kesemua hal itu berhubungan dengan kepadatan tanah semakin padat tanah dasar maka akan semakin tinggi daya dukungnya. Highway and Transportation Officials) 18 BAB III LANDASAN TEORI 3.1 SUBGRADE (TANAH DASAR) Subgrade (tanah dasar) yang umumnya adalah berupa tanah asli galian ataupun berupa tanah timbunan yang memiliki kekuatan dan stabilitas yang tidak kuat. Sehingga harus dilakukan perbaikan setempat dengan cara pemadatan

    Chat Online